Dibawah langit ini
Kita pernah berjanji
Kita akan menaklukkan dunia
Kita menangis, kita tertawa,
kita terjatuh, kita bangkit
kita tersesat, kita menemukan jalan pulang
Banyak hari yang telah kita lalui,
Banyak kisah yang sudah kita ukir.
Masih dibawah langit yang sama
Saat aku siap mengangkat pedang untuk melawan dunia,
Kau telah menyerahkan perisaimu.
Ku rasa ini bukan lagi medan perang kita
Jika hanya aku yang berperang
Ya, mungkin buat orang ga penting. Tapi, aku perlu menuliskannya biar otakku ini ga jenuh.
Selasa, 13 Februari 2018
Rabu, 03 Januari 2018
Sendiri
Pada akhirnya kita semua akan berada di persimpangan,
memilih jalan untuk melanjutkan kisah.
Jalan yang kita pilih bisa saja berat, panjang dan terjal,
tak ada jalan yang benar benar mudah.
Setiap jalan punya kesulitan tersendiri'
Katanya tergantung bagaimana kau akan melaluinya.
Apakah dengan memaki-maki kerikil di tengah jalan?
ataukah menikmati pemandangan yang disuguhkan takdir?
Katanya dengan siapa kau akan melaluinya.
Apakah dengan Keluargamu?
Dengan teman-temanmu?
Atau hanya dengan para mimpimu?
Semuanya tak ada yang benar-benar menjanjikan perjalananmu akan mudah.
Hanya hatimu.
Hanya hatimu yang penuh Syukur,
yang mampu melihat semua dari sudut pandang berbeda.
Menguatkanmu dalam setiap langkah kakimu.
Mengingatkanmu orang lain harus memecahkan batu besar sampai jadi kerikil kecil agar dapat lalu.
Menunjukkan orang lain tidak punya mata untuk melihat indahnya hidup ini.
Saat teman-temanmu memalingkan pandangan darimu,
saat keluargamu menyuruhmu menyerah,
bahkan saat para mimpimu pun mulai memudar.
Hanya hatimu yang bisa menguatkan jiwamu!
Langganan:
Postingan (Atom)